Program Literasi

Program Literasi SMPN 1 Kombeng

Program Literasi Sekolah diselenggarakan sebagai upaya untuk membentuk karaker peserta didik yang sejalan dengan Delapan Profil Lulusan (8 DPL) yaitu pada poin Penalaran Kritis, Kreativitas, Kemandirian, Kolaborasi, dan Komunikasi.

Program Literasi Sekolah di SMPN 1 Kombeng terintegrasi dengan Jadwal Intrakurikuler yaitu pada setiap hari Jumat Pekan ke- 4. Kegiatan ini berbentuk Literasi Membaca ( Buku Fiksi dan Non Fiksi, majalah, atau sumber bacaan lainnya ) dan Menulis. Dengan alur kegiatan sebagai berikut:

  1. Siswa melakukan kegiatan membaca dengan bimbingan Wali Kelas selama 40 Menit.
  2. Wali Kelas mencatat dalam Agenda Literasi, kegiatan yang dilkukan siswa.
  3. Siswa membuat rangkuman/ sinopsis dari hasil proses membacanya.
  4. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya.

Program Literasi yang berbentuk Pekan Literasi di SMPN 1 Kombeng sudah berjalan kurang lebih selama 4 tahun pelajaran. Dan kegiatan ini membawa dampak positif terhadap Raport Sekolah pada setiap tahunnya. Pada awal tahun pertama, Raport Sekolah terdapat kekurangan di bagian Literasi Siswa. Terdorong dengan kurangnya tingkat literasi siswa, kami mengadakan Pekan Literasi yang secara rutin dilaksanakan di tiap Jumat Pekan kw-4 tersebut. Dan kegiatan tersebut perlahan tapi pasti merubah nilai Raport Sekolah kami. 

Tujuan dari Pekan Literasi Sekolah adalah sebagai berikut: 

  1. Bernalar Kritis 

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada awalnya Adalah sebuah kegiatan sederhana untuk membiasakan siswa ringan membuka buku dan gemar membaca sehingga dapat menambah pengetahuan dan merangsang siswa untuk menalar kritis terhadap permasalahan yang kelak akan dihadapi mereka baik di lingkungan sekolah atau di luar lingkungan sekolah. 

  1. Kreativitas

Setelah periode tertentu Gerakan Literasi Sekolah, diharapkan siswa menjadi kreatif dalam menulis atau menghasilkan karya lain seperti Pojok Baca di setiap kelas dan Menghidupkan Kembali Majalah Dinding Sekolah. 

Mengikuti Lomba Menulis atau Pidato, Retelling Story, atau kegiatan- kegiatan positif lainnya.

  1. Kemandirian

Dengan Gerakan Literasi Sekolah, diharapkan kemandirian siswa mulai terbentuk. Sehingga pada setiap kegiatan baik di dalam dan diluar kelas, siswa dapat mandiri, dan mengisi kegiatan dengan kebiasaan membaca daripada bermain atau sekedar mengobrol di kelas. Dengan pengetahuan yang luas bahwa membaca Adalah kebiasaan positif yang terus harus dipaksa lakukuan sampai p[ada akhirnya siswa menjadi ringan dan terbiasa membaca buku. Pada akhirnya, siswa akan memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, dimana kegiatan ini sudah susah kita temui di sekolah.

  1. Kolaborasi

Kolaborasi atau Kerjasama akan terwujud dengan mudah apabila siswa sudah berada pada tingkat gemar membaca. Dimana proses Kerjasama yang berbentuk dari berbagai arah dan tidak mengandalkan pada satu atau dua teman dalam kelompok tersebut akan terwujud.

Siswa yang tidak gemar membaca akan cendrung pasif apabila berada dalam satu kelompok, sehingga dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah seleuruh siswa menjadi terbiasa untuk membaca dan akan menjadi energi positif dan potensial bagi mereka untuk dapat terus berkolaborasi dengan temannya.

  1. Komunikasi

Dengan pengetahuan dan wawasan siswa yang terus bertambah dengan Gerakan Literasi Sekolah, diharapkan siswa mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan atau tertulis. Dapat menuangkan idenya berbentuk Puisi, Prosa, Majalah Dinding atau kegiatan positif lainnya.

Pada akhirnya, Gerakan Literasi Sekolah yang terlaksana melalui Pekan Literasi di SMPN 1 Kombeng dapat memberikan manfaat kepada siswa dan berdampak kepada Satuan Pendidikan. Siswa menjadi ringan membuka buku, gemar membaca, serta terus menambah pengetahuannya.

Target dari Program Literasi SMPN 1 Kombeng adalah:

  1. Pekan Literasi Sekolah di setiap pekan ke-4 setiap bulan. Kegiatan pembiasaan membaca dan menulis.
  2. Menghidupkan Majalah Dinding Sekolah
  3. Mengikuti lomba Puisi, Lomba Desain Pojok Baca, Lomba Majalah dinding, Lomba Membuat Cerpen, dan lain-lain.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait